03 Mei 2021
4073
Mudik Ditiadakan, Mulai 6 Mei Tim Satgas Kota Standby di Posko Bandara APT Pranoto

SAMARINDA. Bandar Udara (Bandara) Internasional APT Pranoto Samarinda
akan membuat Posko Terpadu Pengendalian Larangan Mudik. Posko ini didirikan
menindaklanjuti keputusan pemerintah soal larangan mudik yang dikeluarkan oleh
pemerintah terhitung dari tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang.
Kepala UPT Bandara APT Pranoto, Agung Pracayanto mengatakan pembuatan
posko akan dilakukan mulai Selasa (4/5/2021) malam, sehingga dipastikan saat
tanggal Kamis (6/5/2021) nanti sudah bisa dimanfaatkan.
“Jadi lewat posko ini, akan dilakukan pengawasan terhadap pelaku
perjalanan saat masa peniadaan mudik dari tanggal 6 hingga 17 Mei dan masa
pengetatan pasca mudik dari tanggal 18 hingga 24 Mei,” kata Agung saat memimpin
rapat koordinasi pengendalian posko Lebaran untuk transportasi udara, di Ruang
Rapat Utama UPBU Bandara Kelas I Bandara UPT Pranoto, Senin (3/4/2021) siang.
Ia menjelaskan, petugas yang akan berjaga di posko nanti merupakan tim
Satgas Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Samarinda terdiri
dari aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, hingga Dinas Kesehatan dibantu petugas
KKP.
Nantinya pelaku perjalanan ketika memasuki Bandara, harus terlebih dahulu
melewati posko yang terdiri dari tiga check point pemeriksaan persyaratan
dokumen penumpang sebelum berangkat.
“Jadi dokumen penumpang yang boleh berangkat ini mereka yang mendapat
pengecualian dari pemerintah, di antaranya orang yang dalam perjalanan dinas,
keberangkatan karena duka, keluarga sakit, dan ibu yang hamil dalam kondisi
sakit. Jadi selain pengecualian ini, juga berlaku pada aktivitas angkutan kargo
di Bandara," ungkapnya.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin
mengatakan Pemkot Samarinda menyambut baik langkah yang dilakukan pihak Bandara
untuk membangun posko Lebaran untuk mengantisipasi pengendalian angkutan
Lebaran untuk transportasi udara. Karena menurutnya, langkah ini sudah sesuai
dengan komitmen Pemkot untuk menekan lajunya penyebaran Covid-19 di Kota
Samarinda.
“Intinya sesuai arahan dari Bapak Wali Kota Samarinda (Dr H Andi Harun,
Red), kami akan mensupport langkah ini dengan penempatan personel Satgas Kota yang akan berjaga di
posko yang ada di bandara nanti,” kata Sugeng.
Ia juga berharap kepada pihak Bandara, sebelum mengaktifkan posko
tersebut, agar petugas yang ditempatkan bisa di-briefing terlebih dahulu agar bisa
betul-betul memahami dokumen yang dibawa oleh penumpang.
“Jadi teman-teman yang bertugas di posko nanti tidak lagi ambigu ketika
memberikan jawaban kepada penumpang ketika menemukan dokumen surat tugas yang
tidak sesuai ketentuan. Karena dokumen yang dihadapi nanti pastinya bukan hanya
milik warga Samarinda saja, tapi ada juga dari Kukar, Kubar, dan Bontang,”
sebutnya.
Secara umum tambah dia, Pemkot Samarinda 100 persen mendukung aktivitas
pengetatan keberangkatan maupun kedatangan di Bandara. Apalagi kasus penyebaran
Covid-19 di Kota Samarinda secara berangsur juga mulai menurun di atas
rata-rata angka nasional. Sehingga pengawasan sampai saat ini perlu untuk
dilakukan bagi warga yang bepergian dan juga yang masuk di Kota Tepian.
Perlu untuk diketahui juga, selama larangan peniadaan mudik ini, beberapa
maskapai penerbangan di Bandara APT Pranoto juga sudah menghentikan jadwal
keberangkatan. Di antaranya untuk Garuda Indonesia terhitung dari 1 hingga 31
Mei tidak melakukan jadwal penerbangan sama sekali. Begitupun dengan Lion Air
dari tanggal 12 hingga 17 Mei. Sedangkan Citilink terhitung dari tanggal 11
hingga 17 Mei juga menghentikan aktivitas penerbangan. Sementara untuk maskapai
Susi Air yang hanya melayani penerbangan perintis atau daerah terpencil
melayani penumpang yang harus dilengkapi dengan surat perjalanan dari
pemerintah setempat. (CHA/HER/KMF-SMD)