11 September 2024
422
Wakil Wali Kota Samarinda Membuka Gladi Ruang dan Command Post Exercise Penanggulangan Bencana Tanah Longsor Tahun 2024

SAMARINDA.KOMINFONEWS - Wakil Wali Kota Samarinda, Dr. H. Rusmadi, hadir dalam acara Gladi Ruang (Table Top Exercise/TTX) dan Command Post Exercise (CPX) penanggulangan bencana tanah longsor di Kota Samarinda yang diselenggarakan oleh BPBD Kota Samarinda. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (11/09/2024) di Ruang Apokayan Hotel Horison, Jl. Imam Bonjol No. 09.
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Polresta Samarinda, Dandim 0901, BPBD Provinsi Kalimantan Timur, dan TWAP Kota Samarinda. Gladi kesiap siagaan ini merupakan simulasi dan latihan dari dokumen rencana kontingensi bencana tanah longsor Kota Samarinda tahun 2024. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menguji dokumen rencana kontingensi yang ada, sekaligus menjadi masukan dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kota Samarinda.
Dr. H. Rusmadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, dan menegaskan pentingnya peningkatan mitigasi dan kapasitas kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana tanah longsor. “Saya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh peserta yang telah hadir, yang telah memprioritaskan waktu untuk berkomitmen dalam gladi kesiap siagaan bencana tanah longsor Kota Samarinda tahun 2024 ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta PP No. 2 Tahun 2018 dan Permendagri No. 101 Tahun 2018 yang mengatur standar pelayanan minimal sub urusan bencana daerah kabupaten/kota.
Berdasarkan dokumentasi PUSDALOPS BPBD Kota Samarinda, tiga bencana yang sering terjadi di Kota Samarinda adalah banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan dan lahan. Dr. H. Rusmadi mengungkapkan bahwa Kota Samarinda memiliki rekaman kejadian tanah longsor tertinggi di Kalimantan Timur, dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana, termasuk dengan memasang sistem peringatan dini (EWS) di wilayah berisiko tinggi.
"Dengan adanya gladi kesiapsiagaan bencana tanah longsor ini, akan mempermudah koordinasi penanggulangan bencana antar instansi di Kota Samarinda. Untuk mempertajam upaya-upaya tersebut, diperlukan perencanaan terpadu yang terukur, terstruktur, dan terarah," tambahnya.
Gladi ini diharapkan menjadi panduan bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Samarinda, serta pedoman bagi instansi pemerintah, relawan, dan masyarakat. Gladi ini juga berfungsi untuk menguji dokumen perencanaan, pengerahan sumber daya, dan peralatan dalam penanggulangan bencana tanah longsor di Kota Samarinda.
Menutup acara, Dr. H. Rusmadi menyampaikan sebuah kutipan motivasi, “Tindakan memang tidak selamanya membawa kesuksesan, tetapi tidak ada kesuksesan tanpa bertindak.”
Dengan kegiatan ini, diharapkan Kota Samarinda semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana yang ada dan meningkatkan keselamatan serta kesejahteraan masyarakatnya.(IF/KMF-SMR)