17 April 2021
5565
Andi Harun Instruksikan Aparatnya Siaga, Siklon Tropis Meningkat Berpotensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

SAMARINDA. KOMINFONEWS- Siklon Tropis Surigae yang saat ini sedang
terjadi di perairan Samudera Pasifik sebelah utara Papua Barat diperkirakan
mengalami kenaikan intensitas dalam 24 jam ke depan dan terus bergerak mengarah
ke barat laut.
Demikian disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi
Kebencanaan BNPB Dr Raditya Jati dalam siaran persnya Sabtu (17/4/2021).
Raditya mengatakan berdasarkan analisa yang dikeluarkan Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Siklon Tropis Surigae cenderung bergerak
menjauhi wilayah Indonesia, namun tetap memberikan dampak tidak langsung bagi
sejumlah provinsi di Tanah Air.
“Sesuai prediksi BMKG hingga Sabtu (17/4) pukul 19.00 WIB, posisi siklon
tropis tersebut masih akan berada di perairan Samudera Pasifik dan diperkirakan
bergerak menuju sebelah utara Maluku Utara, atau pada 11.7 LU dan 129.7 BT,
atau sekitar 1.040 kilometer sebelah utara timur laut Tahuna,” terangnya.
Ia menyebutkan siklon tropis ini diperkirakan akan bergerak dengan
kecepatan 10 knot atau 19 kilometer per jam dengan kekuatan 95 knots atau 185
kilometer per jam dengan tekanan 935 hPa.
Menurutnya akibat adanya pergerakan dan fenomena siklon tropis tersebut,
maka BMKG memprediksi dampaknya dapat berupa potensi hujan lebat disertai
kilat/petir serta angin kencang di sembilan wilayah meliputi Kalimantan Barat,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara,
Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.
Kemudian, lanjutnya gelombang air laut setinggi 1.25-2.5 meter berpeluang
terjadi di Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe, Perairan Kep. Sitaro, Perairan
Bitung - Likupang, Laut Maluku, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut
Halmahera, dan Perairan Biak hingga Jayapura.
Selanjutnya, gelombang air laut dengan ketinggian rata-rata 2.5-4.0 meter
berpeluang terjadi di Perairan Kep. Talaud dan Perairan utara Halmahera.
Adapun gelombang air laut setinggi 4.0-6.0 meter berpeluang terjadi di
Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.
Sehubungan dengan adanya perkembangan informasi mengenai Siklon Tropis
Surigae tersebut, maka BNPB melalui Kedeputian Bidang Pencegahan
mengintruksikan kepada pemangku kebijakan di Kabupaten/Kota di wilayah
masing-masing agar dapat melaksanakan upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi
beberapa dampak dari siklon tropis tersebut.
Dalam hal ini, pemerintah di daerah diharapkan dapat melaksanakan amanah
yang tertuang pada Surat Deputi Bidang Pencegahan BNPB nomor
B27IBNPB/DIl/PK.03.02/04/2021 tanggal 13 April 2021 tentang Peringatan Dini dan
Langkah-Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bibit Siklon Tropis 94w yang
berkembang menjadi Siklon Tropis Surigae.
Selain itu, ia mengatakan pemangku kebijakan di daerah juga diminta agar
melaksanakan apa yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri
melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Nomor 360/2067/BAK
tanggal 16 April 2021 tentang Langkah Antisipatif Terhadap Potensi Bibit Siklon
Tropis.
Adapun beberapa hal yang tercantum dalam SE tersebut meliputi koordinasi
dan sinergitas Forkopimda, peningkatan kewaspadaan terhadap potensi bencana
yang dapat ditimbulkan, persiapan sarana dan prasarana, peningkatan
kesiapsiagaan dan membangun rencana kontijensi dan pelaksanaan SOP penanganan darurat
berbasis penerapan protokol kesehatan bersama Satgas Penanganan COVID-19.
Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun pun berdasarkan surat edaran tadi
telah memerintahkan kepada aparat di bawahnya
untuk siap siaga terutama BPBD, PUPR, Camat dan Lurah. “Kepada nelayan agar berhati-hati terhadap gelombang tinggi
ketika melaut,” pesan Andi
Harun.(DON/KMF-SMD)