25 Maret 2021
7257
Wawali Instruksikan Pegawai Pemkot Kumpulkan Limbah Minyak Jelantah, Tiap OPD Disiapkan Penampungan

SAMARINDA. Pengelolan limbah rumah tangga, seperti minyak bekas melalui
Gerakan Jelantah Membangun Samarinda (Jeng Rinda) digeber di lingkungan Pemkot
Samarinda.
Bertempat di aula rumah
jabatan Wali kota Samarinda, Kamis (25/3) pagi, gerakan ini disosialisasikan
bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Nantinya, PNS di lingkungan Pemkot Samarinda bisa berdonasi melalui
limbah minyak jelantah bekas rumah tangga yang diserahkan ke Dinas Lingkungan
Hidup (DLH).
Wakil Wali Kota Samarinda, Dr
H Rusmadi ketika membuka gerakan tadi memberikan apresiasi kepada DLH yang
telah menginisiasi Jeng Rinda sebagai langkah dalam menyelamatkan lingkungan di
Kota Tepian.
Mengingat menurut dia gerakan ini tidak boleh disepelekan karena bisa
memberikan multiplayer efek yang luar biasa bagi kehidupan.
“Bahkan jika limbah minyak jelantah ini bisa dikumpulkan dan ditangani
dengan baik maka akan menjadi barang yang bernilai ekonomis dan bisa menambahkan
pendapatan bagi masyarakat,” kata Wawali mengawali pidatonya.
Oleh itu, Pemkot sambung dia memberikan perhatian khusus bagi gerakan
ini. Karena jika limbah jelantah tidak tertangani, maka tidak menutup
kemungkinan lemak yang dihasilkan dari minyak jelantah nanti bisa menimbulkan
bahaya bagi lingkungan sekitar khususnya air bersih.
Belum lagi tambah dia kalau penggunaan minyak tadi bisa digunakan sampai
berulang kali tentu akan berbahaya bagi kesehatan. Sehingga tak salah jika ia
mengkategorikan
jelantah masuk dalam kelompok yang berbahaya kalau tidak ditangani secara serius.
Maka untuk memuluskan gerakan ini, akan terlebih dahulu diawali dari
lingkungan PNS di masing-masing rumah tangganya.
“Jadi saya minta kepala OPD, PKK dan Dharma Wanita bisa mensosialisasikan
gerakan ini kepada staf dan kadernya agar mendonasikan minyak jelantah ke DLH,
Insya Allah ada nilai ibadah di dalamnya,”
tutur Wawali.
Sedangkan dari sisi nilai ekonomis, mantan Kepala Bappeda Kaltim ini
menambahkan Camat dan Lurah bisa mensosialisasikan kepada warganya untuk
bekerjasama dalam mengumpulkan minyak jelantah tadi lalu hasilnya akan dihargai
oleh PT Garuda Sinar Perkasa per liter bisa mencapai Rp 5 ribu.
“Sedangkan untuk PNS karena sifatnya donasi, maka dana yang dihasilkan
untuk pembangunan yang berwawasan lingkungan. Harapan saya semoga ke depan kita punya unit pengelolaan
limbah minyak jelantah ini agar bisa mendaur ulang menjadi bio diesel,” harap Rusmadi.
Sementara, Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani menjelaskan jika gerakan Jeng
Rinda tadi bukan hal yang baru bagi Kota Samarinda, di mana
sekitar tahun 2020, pihaknya sudah menerbitkan surat edaran kepada dunia usaha
agar menyumbangkan 10 persen jelantah. Sebab, limbah rumah tangga atau usaha
itu punya nilai ekonomi dan ada pihak swasta yang siap membeli.
“Karena gerakan ini bagian dari program 100 hari kerja Wali Kota dan
Wakil Wali Kota Samarinda, maka di tahun
2021 kita perkuat gerakannya dalam bentuk SK Wali Kota, harapannya semoga OPD
bisa konsisten mengumpulkan limbah minyak ini karena tujuan utama adalah
menjaga lingkungan tetap bersih. Sebab, potensi jelantah dibuang ke drainase
sangat besar dan itu bisa merusak lingkungan," urainya mengakhiri.(CHA/DON/KMF-SMD)