TOP NEWS

Top

Pemkot dan Pertamina Bersinergi Sukseskan Program Langit Biru

Pemkot dan Pertamina Bersinergi Sukseskan Program Langit Biru

SAMARINDA. Setelah dilaksanakan di sejumlah kota wilayah Jawa – Madura – Bali (Jamali), Program Langit Biru (PLB) Pertamina kini akan hadir di wilayah Kota Samarinda.

 

Hal itu diungkapkan Sales Area Manager Kaltim – Kaltara Gusti Anggara Permana saat melakukan Audiensi kepada Wali Kota Samarinda, di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda Balaikota, Selasa (09/03/2021).

 

Gusti mengatakan Program Langit Biru merupakan program pengurangan polusi udara yang dimulai dari wilayah Denpasar dilanjutkan ke Tangerang Selatan dan Gianyar serta 85 Kota lainnya di Jamali. Program tersebut dilakukan dengan cara mengedukasi market atau memberikan pengalaman kepada pengguna premium untuk menggunakan pertalite ke segmen konsumen tertentu.

 

“Dengan keberhasilan PLB di Jamali, maka PLB akan dilanjutkan ke kota/kabupaten di wilayah Non Jamali,” ucap Gusti.

 

Sales Branch Manager II, M Rizal menambahkan Program Langit Bitu ini diharapkan mendapat dukungan regulasi dari Pemerintah Daerah setempat serta stakeholders lainnya, di samping juga program marketing dan edukasi konsumen yang dilakukan oleh Pertamina berupa Program Diskon Harga Pertalite khusus konsumen kendaraan bermotor roda 2, roda 3, angkot plat kuning dan taksi plat kuning.

 

Pemberian diskon, lanjut Rizal dilakukan bertahap mulai dari diskon Rp 1.400,- per liter di mana harga pertalite sama dengan harga premium dan dilakukan selama 2 bulan. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan diskon Rp 800,- per liter dengan waktu yang sama selama 2 bulan, dilanjutkan diskon Rp 400,- selama 2 bulan, setelah itu harga Pertalite akan kembali normal tanpa diskon.

 

“Implementasi Program Langit Biru akan dibagi dalam beberapa tahapan dimulai dari wilayah dengan tingkat daya beli masyarat yang cukup tinggi dan wilayah yang memiliki sales premium cukup tinggi dan akan dilanjutkan ke wilayah lainnya sesuai zona marking yang telah dilakukan, untuk tahap awal di Non Jamali akan dimulai di seluruh ibukota provinsi dan kota besar lainnya,” ungkap Rizal.

 

Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun menyarankan agar mengambil beberapa titik di lingkar luar Kota Samarinda untuk uji coba, sekaligus mencoba apakah langkah tersebut dapat mengurangi kemacetan saat mengantri bahan bakar premium.(fer/don/kmf-smd)