19 Mei 2021
6888
Masuk 10 Besar, Samarinda Siapkan Diri Hadapi Penilaian E-Kelurahan, Call Center 112, dan Jengrinda

SAMARINDA. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah mempersiapkan diri
dalam memenuhi fasilitas peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Kementerian
Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI dalam pelaksanaan program Smart
City di Kota Samarinda. Saat ini, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di
lingkungan Pemkot dituntut untuk bisa tampil maksimal dalam peranannya untuk
memenuhi enam pilar dalam mewujudkan Smart City.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Sugeng Chairrudin ketika
memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan kegiatan fasilitasi tinjauan
lapangan pelaksanaan Smart City di Samarinda, Senin (19/5/2021) pagi di
Balaikota, menyampaikan jika tim dari Kemenkominfo nanti akan melakukan
peninjauan secara virtual pada tanggal 27 hingga 28 Mei mendatang.
“Tinjauan secara virtual ini karena menyesuaikan dengan kondisi pandemi
Covid-19 (Corona Virus Disease 2019, Red). Jadi harapan saya OPD yang berkaitan
dengan program Smart City bisa betul-betul mempersiapkan diri dalam
mempresentasikan program unggulan ketika ditinjau oleh tim Kementerian nanti,”
pesan Sekda.
Karena itu lanjut dia, pentingnya nanti OPD bersangkutan untuk
mengeksplore masing-masing pilar Smart City yang menjadi prioritas dalam
pengembangannya. Apalagi sambung dia, Smart City juga menjadi program unggulan
Wali Kota Samarinda DR H Andi Harun dan Wakil Wali Kota (Wawali) DR H Rusmadi,
sehingga sudah seharusnya bagi OPD di lingkungan Pemkot untuk mendukung program
ini dalam merealisasikan Samarinda sebagai kota cerdas.
“Mengingat indeks penilaian kita saat ini juga sudah baik, dari 100 kota
yang dinilai kita masuk 10 besar dengan nilai 3,14, sehingga harapan saya saat
pembuktian di lapangan akhir Mei nanti OPD yang bersangkutan bisa
mempertahankan prestasi tadi menjadi lebih baik,” tandas Sugeng.
Sementara Kepala Dinas Kominfo Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah
menegaskan jika program Smart City yang digaungkan saat ini bukan program dari
Diskominfo, melainkan Pemkot Samarinda. Karena instruksinya dari Kemenkominfo
RI, maka jelas Dayat -begitu Aji Syarif Hidayatullah disapa-, pihaknya mencoba
untuk mensinkronisasikan dengan OPD yang terlibat dalam program Smart City yang
berkenaan dengan enam pilar pendukung tadi.
“Jadi Salah satu program besar dalam Quick Win Samarinda Smart City yang
akan kita tonjolkan nanti dalam penilaian di lapangan adalah integrasi berbagai
sistem aplikasi untuk layanan masyarakat atau publik,” tuturnya.
Di mana di antaranya, jelas dia untuk pilar E-Government, kini hadirnya
E-Kelurahan menjadi terobosan bagi pelayanan pemerintah yang sudah terintegrasi
dengan data base dalam satu data kependudukan, sehingga bisa untuk dijadikan
program unggulan. Begitupun dengan smart
branding kata Dayat, ia berharap layanan antrean online di Mall Pelayanan
Publik milik Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dianggap sangat
membantu dalam proses pelayanan kepada masyarakat secara efektif, efisien, dan
terukur.
“Selain ada smart economy lewat program Behambinan yang sekarang sudah
berubah nama menjadi Bebaya Mart, smart society dengan layanan Call Center 112
serta smart edu milik Dinas Pendidikan, terakhir smart environment dengan
program Jengrinda melalui pengumpulan minyak jelantah bekas yang tengah digalakkan oleh
Dinas Lingkungan Hidup,” urainya.
Oleh sebab itu, Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) ini berharap
OPD yang menghasilkan inovasi berkualitas tadi bisa mempersiapkan diri dalam
mempresentasikan program dan strateginya saat tinjauan lapangan evaluasi yang
dilakukan tim Kementerian nanti dengan menghadirkan narasumber yang betul-betul
merasakan manfaat dari inovasi yang telah dilahirkan oleh instansi
bersangkutan. (CHA/HER/KMD-SMD)