23 Maret 2021
10227
Bukit Selili Dilirik Investor, Wacanakan Bangun Bianglala Hingga Kereta Gantung

SAMARINDA-Keinginan investor asal Jakarta ingin membangun arena permainan
Bianglala dan sarana Kereta Gantung di Puncak Selili, Kecamatan Samarinda Ilir mendapat respon positif
dari Pemkot Samarinda.
Maklum, nama bukit atau puncak Selili sendiri kini tengah tenar bagi
warga Kota Tepian,
karena selain tempat wisata, di bukit ini warga kerap melakukan piknik sambil
menikmati pemandangan kota yang dibelah sungai Mahakam di kala malam hari.
Wali Kota Samarinda, DR H Andi Harun menyambut baik niatan investor yang
ingin mewujudkan taman wisata bertaraf nasional tadi di Kota Tepian.
Bahkan jika ada investor yang ingin serius, mantan Wakil Ketua DPRD
Kaltim ini terlebih dahulu minta ditunjukan portofolio perusahaan yang ingin
membangun.
“Maksudnya supaya kami (Pemkot,red) betul-betul dihadapkan dengan
perusahaan yang memang profesional dalam bidang ini. Jangan perusahaan yang
ketika izin sudah keluar baru kelabakan cari pinjaman dana ke Bank,” singgung Wali Kota usai mendengarkan
proyek pembangunan taman wisata Bukit
Selili, oleh PT Graha Mahkota Indah, Selasa (23/3) sore di Balaikota.
Tak itu saja, Andi Harun juga menyambut positif niatan investor yang
ingin menghibahkan 3 hektar lahan kepada Pemkot untuk dijadikan jalan
alternatif bagi masyarakat dari 18 hektar lahan yang akan dibangun tempat
wisata nanti.
Artinya menurut dia langkah ini sudah sejalan dengan program Pemerintah
yang ingin membangun fly over untuk menghubungkan gunung manggah hingga jalan
Hidayatullah tahun depan.
“Kalau hibah ini bisa dilakukan lebih dahulu justru lebih baik sebelum
proses pembangunan,” celetuknya.
Ia mengingatkan kepada pengembang nanti sebelum memulai aktifitas
membangun agar segera mengurus izin teknis kepada OPD yang berkaitan, seperti
Badan Lingkungan Hidup dan PUPR.
Karena prosedur dalam membangun, izin lingkungan yang dikantongi harus
berkesesuaian dengan tata ruang perkotaan. Serta tambah dia beriringan dengan
ruang terbuka hijau. Karena dari 18 hektar lahan yang digarap nanti tidak semua
bisa dibuka untuk area wisata dan lahan pemukiman, mengingat ada persentase
yang mengatur untuk menyisihkan ruang terbuka hijau.
“Intinya kita harus menyambut positif jika ada yang berkeinginan
investasi konsep ini di Samarinda, karena ada nilai positifnya, selain
memajukan sektor wisata dan ekonomi kreatif nantinya juga bagian dalam
mewujudkan kota tanpa kumuh di Samarinda,”
ungkapnya didampingi Sekda dan Asisten II di lingkungan sekretariat Samarinda.
Sementara, konsep yang dipaparkan oleh PT Graha Mahkota Indah selaku
pengembang sore itu, menawarkan selain menyulap Bukit Selili menjadi taman wisata yang
dilengkapi dengan arena permainan Bianglala dan Kereta Gantung yang bakal
menghubungkan Bukit
Selili hingga ke jalan Gajah Mada, juga menawarkan konsep hunian rumah modern
yang dilengkapi dengan fasilitas taman bunga. Cha/KMF-SMD