14 Maret 2021
6430
Isra Miraj di Masjid Pelita Agung, Wali Kota Restui Kegiatan Masyarakat dan Ekonomi Sesuai Prokes

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun membuat
kebijakan dari Senin sampai Minggu mempersilahkan kegiatan ekonomi dan kegiatan
masyarakat tetap berlangsung namun harus menggunakan Protokol Kesehatan
(Prokes) yang benar.
“Mulai dari kegiatan sosial, keagamaan, ekonomi, pasar, kafe,
kedai, warung, hingga pelaksanaan- pelaksanaan majelis Taklim semua boleh
berjalan tapi ayo kita taat dengan Prokes karena ini himbauan dari Presiden dan
Negara,” ucap Andi Harun kepada wartawan setelah menghadiri Peringatan Isra
Miraj di Masjid Agung Pelita Samarinda Sabtu (13/3/2021) malam tadi.
Ia mengatakan negara saat ini sangat perlu dukungan
masyarakat tanpa terkecuali untuk bersama menangani Covid-19.
“Kalau kita bisa memberikan sumbangsih kepada negara dan
Covid-19 bisa kita kendalikan, maka tidak menutup kemungkinan kesehatan yang
kita dambakan dan sektor ekonomi yang diharapkan oleh masyarakat perlahan akan
bisa tumbuh positif kembali,” tegas Andi Harun.
Apalagi lanjutnya ini tak terlepas dengan esensi penting dari
Peringatan Isra Miraj ini adalah sebagai umat muslim menerima perintah sholat 5
waktu.
“Di dalam
konteks pembangunan kebangsaan, setiap kita yang menegakkan dan melaksanakan
sholat serta menikmati peringatan Isra Miraj ini tidak hanya sebatas ritual
keagamaan ibadah saja. Tetapi juga proses ibadah ketaatan kita mengubah
kebiasaan kita yang tadinya kurang bersih menjadi lebih bersih,” katanya.
Kemudian sebutnya kebiasaan untuk tidak peduli karena itu
urusan pemerintah saja harus dihilangkan.
“Ayo kita bantu pemerintah menuju perubahan untuk bersama
membangun Kota Samarinda. Ayo kepada seluruh rakyat kita bantu TNI, Polri dan
bangsa ini menangani masalah – masalah yang sangat dibutuhkan keterlibatan
masyarakat. Itu adalah esensi dari peringatan Isra Miraj di mana kita bisa menikmati hikmahnya pada
peringatan tahun 2021 yang masih dalam kondisi Pandemi Covid-19,” jelas Andi
Harun.
Mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)
Mikro di Kota Samarinda menurutnya
Pemkot Samarinda telah melakukan.
“PPKM Mikro di Kota Samarinda memang baru berjalan 2 Minggu,
pasti masih banyak kekurangannya. Saya selaku Wali Kota Samarinda sudah
memerintahkan kepada semua Camat bersama Lurah agar segera membentuk kampung
tangguh Covid-19,” bebernya.
Apa yang dimaksud dengan tangguh yaitu kapasitas masyarakat
untuk mau berubah . Yang tadinya biasa tidak pakai masker dan menganggap remeh
Covid-19 ini ternyata banyak fakta dan bukti bahwa virus ini dapat menyebabkan
gangguan kesehatan yang serius hingga mengakibatkan kematian.
“Oleh sebab itu untuk mengatasi Pandemi Covid-19 ini tidak
hanya pemerintah TNI, Polri saja yang aktif melainkan peran serta masyarakat
luas juga sangat dibutuhkan,” pungkas Andi Harun.(BAY/DON/KMF-SMD)