22 Juni 2021
4358
Aktivitas Berjualan di Tepian Mahakam Dibuka, Wali Kota Tegaskan Hanya Sementara

SAMARINDA. Ruang bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan kembali di
kawasan Tepian Mahakam kembali terbuka.
Hal ini setelah Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun menggelar rapat terbatas
bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Dr H Rusmadi dan Sekretaris Daerah (Sekda)
Kota Samarinda Dr H Sugeng Chairrudin untuk mendengar pendapat terkait membuka
kembali aktivitas berjualan di Tepian Mahakam, Selasa (22/6/2021) siang, di
Gedung Balai Kota.
Dari hasil rapat tersebut, akhirnya Wali Kota berkesimpulan untuk membuka
hanya sebatas sementara dengan zona terbatas bagi aktivitas PKL yang ingin
berjualan di sana. Maksud sebatas sementara ini menurut Andi Harun, PKL yang
berjualan nanti tidak bisa berlama-lama beraktivitas di kawasan tersebut hingga
ada kebijakan baru dari pemerintah yang menentukan kawasan Tepian Mahakam
sebagai zona hijau.
“Jadi pemerintah akan menyiapkan tempat alternatif bila kebijakan ini
nantinya sudah terbit, tempat alternatif tadi di antaranya aset lahan Pelindo di eks Pelabuhan
Samarinda nanti setelah kembali dari Tarakan saya langsung berkoordinasi dengan
pihak Pelindo terkait pola kerja samanya atau alternatif berikutnya bisa saja
kita tempatkan di area kawasan Taman Lampion Garden atau kita gabungkan di area
wisata Marimar di Jalan Slamet Riyadi,” kata wali kota.
Ia berharap dalam minggu ini Wakil Wali Kota Samarinda sudah bisa
menggelar rapat lanjutan dengan melibatkan organisasi yang menaungi PKL Tepian,
tentunya dengan catatan jumlah pedagang yang resmi untuk disepakati yang boleh
berjualan nanti. Harapannya jangan sampai bertambah lagi.
“Kalau bisa rapat lanjutan nanti bisa dibarengi dengan simulasi aktivitas
saat berjualan, dan saya minta kalau bisa aktivitas perdana bisa dilakukan saat
hari Sabtu agar kita bisa mengukur jumlah kunjungan warga yang ke sana jelang
libur pekan dengan memperhitungkan masalah protokol kesehatan Covid-19 (Corona
Virus Disease 2019, Red) dan parkir,” pintanya.
Sementara, Wawali Rusmadi menambahkan jika area yang dipersiapkan untuk
pedagang lokasinya tepat berada di depan
Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada. Bahkan dia sendiri telah mengecek
langsung lokasi tersebut dengan menghitung kemampuan kapasitas area apabila
menampung para PKL Tepian.
“Intinya dari 130 PKL yang terdaftar, pemerintah hanya bisa mengakomodir
sebanyak 30 pedagang saja menyesuaikan dengan luasan lokasi. Artinya di sini,
kita harapkan para pedagang ini bisa berkolaborasi dengan berkelompok bersama
pedagang lainnya, di mana satu petak bisa dimanfaatkan untuk menjual lima jenis
makanan yang berbeda,” kata Rusmadi.
Begitupun untuk lahan parkir nanti, mantan Dekan Fakultas Pertanian
Universitas Mulawarman ini mengatakan jika pihaknya sudah berkomunikasi dengan
Gubernur Kaltim Isran Noor memohon izin untuk memanfaatkan Jalan Gunung Semeru
dan Gunung Merapi dijadikan sebagai lahan parkir kendaraan roda empat dan dua
bagi pengunjung Tepian.
“Jika ini bisa berjalan, maka pungutan retribusi bisa kita terapkan
dengan sistem e-parking, setidaknya upaya ini dapat menambah income untuk PAD
kita,” tuturnya. (CHA/HER/KMF-SMD)