05 April 2021
7178
Kumpulkan Pejabat Teknis Malam Hari, Wali Kota Samarinda Kembali Bahas Penanggulangan Banjir

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Untuk fokus dalam penanggulangan masalah banjir di Kota Samarinda, Wali Kota Dr
H Andi Harun kembali mengumpulkan pejabat teknis di lingkungan Pemkot Samarinda
guna membahas masalah banjir yang kerap mengenangi di tiga kawasan. Mulai dari
jalan DI Pandjaitan, Simpang Empat Vorvo dan Simpang Sempaja.
Rapat sendiri dilakukan Minggu (4/4/2021) malam, di gedung Balaikota,
seraya mendengarkan masukkan dari tim ahli yang berkompeten dalam bidang
penangulangan banjir melalui virtual.
Dalam arahannya kepada para pejabat yang hadir malam itu, wali kota memastikan jika
program tangguh banjir menjadi program
super prioritas paling utama di kepemimpinannya
bersama Wawali Samarinda Dr H Rusmadi Wongso.
Maka ia meminta kepada Bappeda untuk segera merumuskan perencanaan
anggaran dalam APBD perubahan nanti.
“Saya harap jika dana tadi sudah teranggarkan dengan baik, maka harus
diyakini bisa efektif jika dikeluarkan untuk mendanai program banjir. Sehingga
dana yang miliaran yang akan kita belanjakan nanti memang betul-betul
bermanfaat,” pesan wali kota.
Karena menurut mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini, kondisi Samarinda
ketika memasuki bulan Mei dan Juni selalu menjadi masalah serius, karena di
bulan itu terjadi curah hujan yang cukup tinggi ditambah potensi pasang air
sungai yang cukup tinggi dari hulu.
“Sehingga terbukti dua tahun berturut-turut selalu terjadi banjir yang
sangat serius setelah bulan Ramadhan,” ungkapnya.
Oleh itu, ia meminta OPD teknis yang menangani nanti untuk segera membuat
skema anggaran. Mana proyek yang nantinya didorong untuk dibiayai oleh pemerintah
pusat, dan juga dibantu Provinsi Kaltim serta proyek yang dikerjakan langsung
oleh Pemkot Samarinda melalui dana sendiri.
“Jadi dalam bulan Ramadhan ini saya sudah mendapat gambaran mana proyek
penanganan yang sudah bisa jalan dengan didanai oleh pemerintah kota,” pintanya.
Karena sambung dia, hasil pertemuan bersama Wakil Ketua MPR RI, Ahmad
Muzani pada Minggu pagi, kalau pemerintah pusat juga siap membantu untuk
mensukseskan program pemkot dalam urusan penanggulangan banjir.
“Pastinya ini menjadi kabar gembira bagi kita semua. Mungkin skema
bantuannya nanti Pemkot hanya terima kunci saja, karena proyek fisik langsung
dikerjakan oleh Kementrian PUPR,” urainya.
Wakil Wali Kota Samarinda juga sepakat jika program banjir menjadi kerja
serius bagi pemerintah. Mantan Sekprov Kaltim ini juga menyetujui jika air yang
mengalir di drainase kota ujungnya harus tumpah di Sungai Karang Mumus.
“Memang yang jadi masalah saat ini tidak semua sistem drainase di wilayah tengah belum bisa berfungsi
maksimal sehingga tidak semua air bisa tumpah ke Sungai Karang Mumus,” kata
Rusmadi.
Oleh itu, ia berharap empat pompa air yang ada diwilayah tengah bisa
dimaksimalkan untuk bekerja.
Sementara, salah satu narasumber malam itu, Eko Wahyudi menjelaskan jika
salah satu tindak lanjut strategi penanggulangan banjir dibagi menjadi tiga
tahap.
Mulai dari tahap jangka pendek dengan melakukan pembenahan sistem
drainase, normalisasi alur sungai dan pembuatan kolam resensi.
“Sedangkan jangka menengah dengan mengendalikan banjir dari daerah hulu
dan penataan DAS dari sungai-sungai yang melintas di Kota Samarinda,” ungkapnya.
Terakhir jangka panjang dengan mengendalikan pasang surut sungai mahakam
dengan pemgembangan pintu air dan pompa banjir di muara anak sungai mahakam.
Hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin
dan Asisten II drg Nina Endang Rahayu.(CHA/DON/KMF-SMD)