TOP NEWS

Top

Pertemuan Bulanan Forum Pilantropi Bahas Literasi Zakat

Pertemuan Bulanan Forum Pilantropi Bahas Literasi Zakat

SAMARINDA, KOMINFONEWS- Kegiatan Literasi Zakat digelar di Ruang Mangkupelas, Lantai 2 Balaikota Samarinda (30/09/2024). Acara ini dihadiri oleh Asisten I H. Ridwan Tassa yang mewakili Wali Kota Samarinda, Kabag Kesra Kumarul Zaman, perwakilan Kemenag Kota Samarinda, MUI Kota Samarinda, BAZNAS Kota Samarinda, perwakilan kecamatan, serta lembaga-lembaga zakat yang beroperasi di Kota Samarinda.

Dalam sambutannya, H. Ridwan Tassa menyampaikan potensi zakat di Samarinda yang masih sangat besar, namun belum tergali secara maksimal. "Pemahaman masyarakat yang masih kurang serta kepercayaan terhadap lembaga pengumpul zakat menjadi tantangan utama. Untuk itu, perlu adanya koordinasi yang lebih baik agar zakat dapat didistribusikan secara merata, optimal, dan efisien," ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya peran lembaga zakat yang semakin banyak dan mampu menyosialisasikan zakat kepada masyarakat luas.


Ridwan Tassa menegaskan target besar Pemerintah Kota Samarinda untuk mencapai nol kemiskinan ekstrem pada akhir tahun 2024. "Pada bulan Desember 2024, kemiskinan ekstrem di Samarinda harus sudah tidak ada. Ini bisa dicapai dengan pengelolaan zakat yang optimal," tegasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra H. Kumarul Zaman dalam laporan pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan Literasi Zakat ini merupakan bagian dari program bulanan Forum Pilantropi. "Kegiatan hari ini fokus pada pemahaman zakat, sesuai kesepakatan pertemuan bulan Agustus lalu," ujarnya.

Materi utama disampaikan oleh Ustadz Abdul Syakur, Lc, MH, yang membahas Fiqih Zakat, memberikan wawasan tentang pentingnya zakat sebagai kewajiban dalam Islam serta manfaatnya dalam membantu masyarakat miskin.


Program Literasi Zakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kewajiban membayar zakat serta potensi besar zakat di Kalimantan Timur yang bisa digunakan untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Lembaga seperti BAZNAS terus berupaya mengoptimalkan pengumpulan dan distribusi zakat agar perannya dalam mengentaskan kemiskinan semakin nyata, khususnya di sektor-sektor besar seperti pertambangan dan perkebunan di wilayah ini.

Dengan upaya literasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami zakat sebagai bagian integral dari Islam yang bisa berdampak besar pada kesejahteraan sosial di Samarinda. (ASYA/KMF-SMR)