16 September 2021
6327
Lantik Dua Pejabat Administrator, Wali Kota Tegaskan Jabatan Tak Ada yang Abadi

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun melantik dua pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kamis (16/9/2021) pagi. Pelantikan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota (Wawali) Dr H Rusmadi, Sekretaris Daerah Sugeng Chaeruddin, Asisten III Ali Fitri Noor, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Ibnu Araby, Plh Kepala Dinas Pertanahan Nofiansyah, dan Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Samarinda Muslimin.
Dua pejabat Administrator yang dilantik itu masing-masing Yusdiansyah yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pengawasan dan Pemeriksaan di Dinas Koperasi dan UMKM, kini diamanahi tugas baru sebagai Kepala Bidang Keagrarian di Dinas Pertanahan. Ia menggantikan posisi Safaruddin. Keduanya hanya bertukar posisi, di mana Safaruddin menempati posisi yang ditinggalkan Yusdinsyah.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur sipil negara (ASN) membawa perubahan terhadap keberadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Termasuk di dalamnya penentuan personel dalam jabatan. Prinsip dasar UU ini adalah memberlakukan sistem merit melalui berbagai ketentuan, seleksi, dan promosi bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan secara adil dan kompetitif. Karena itu, para personel yang mendapat kepercayaan menduduki jabatan memang layak dan sudah memenuhi berbagai ketentuan.
Jabatan Eseleon III lanjut dia, merupakan jabatan yang strategis serta berfungsi sebagai kapten pada kapal yang disebut sub bagian atau seksi. Di mana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda saat ini dihadapkan pada strategi mendorong kestabilan ekonomi dengan tetap berdasarkan pada program pencegahan Covid-19. Oleh karena itu, para pejabat yang dilantik harus kreatif, visioner, dan berani berkembang.
"Kita sebagai pelayan pembangunan dan pemberdayaan, harus mampu melakukan dengan baik. Pastikan kita melakukan making delevery bukan lagi making sending, sehingga mampu mengikuti dinamika yang berkembang. Kita harus melayani, bukan dilayani," pesan Wali Kota.
Di akhir sambutannya, orang nomor satu di Kota Samarinda ini mengingatkan kepada para pejabat yang dilantik, bahwa jabatan tidak ada yang abadi. Suatu saat, cepat atau lambat, pasti kedudukan yang sekarang dijabat akan digantikan dengan yang lain.
"Pemkot Samarinda akan terus melakukan evaluasi, sehingga saudara-saudara semua harus tetap berada di rel yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku," tutupnya. (EKO/HER/KMF-SMD)