02 Maret 2021
9497
Audiensi Perumdam Tirta Kencana, Ini Catatan Serius Dr Andi Harun

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun
menerima audiensi tiga Direksi beserta tiga Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan
Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda di Ruang Kerja
Wali Kota Samarinda Lantai 2 Balaikota, Selasa (02/03/2021).
Pada kesempatan itu Direktur Utama Perumdam
Tita Kencana Kota Samarinda Nor Wahid Hasyim didampingi Direktur Umum Yusfian
Noor dan Direktur Teknik Ali Rachman AS mengatakan peresmian Instalasi
Pengolahan Air (IPA) Gunung Lingai II dengan kapasitas 50 liter per detik
ditargetkan akan beroperasi di akhir April 2021. Dengan beroperasinya IPA
tersebut akan menghilangkan penggiliran aliran air di area DI Panjaitan, PM
Noor, Damanhuri, Gerilya, Sentosa Dalam, Mugirejo dan Wahid Hasyim II.
Untuk IPA Tirta Kencana 6, lanjut Wahid akan
ditargetkan pada Maret 2021 dan akan mengalirkan air secara 24 jam untuk area
Wiratama, Anggur, Biawan, Proklamasi, Trisari dan Batubara serta dr Soetomo.
Sementara untuk IPA Makroman akan terus
dilakukan optimalisasi pelayanan dengan target optimalisasi pada Maret 2021 dan
akan menghilangkan penggiliran aliran air di area Pelita 4 (Perumahan Sambutan
Asri), Handil Kopi, Puri Mas, Pelita 5, 6 dan 7 serta Rapat Mahang.
“Target pada awal Mei 2021 akan ada perbaikan
filter Cendana untuk kualitas air di area AW Syahranie, Wahid Hasyim II, Jalur
Kota dan juga Jalur Korem,” ungkap Wahid.
Mendengar penjelasan tersebut, Andi Harun
memberikan sedikit catatan terkait air bersih. Ia menanyakan perlu investasi
dan waktu berapa lama agar seluruh wilayah Kota Samarinda dapat teraliri air
bersih.
Air keruh pun tak luput dari perhatiannya. Ia
menanyakan mengapa sampai saat ini Perumdam belum bisa mengatasi persoalan air
yang keruh yang sering dikeluhkan masyarakat.
“Apa masalahnya, kalau itu membutuhkan
treatment (perawatan), treatment nya seperti apa dan butuh modal seberapa
banyak agar kondisi air kita seperti di DKI, Surabaya, Semarang, jernih, kenapa
saya ingin mendorong ini, karena saya ingin diakhir periode saya masalah
Perumdam setidaknya 70 – 80 % sudah selesai,” ujar Andi.
Andi memahami, selain profit, ia juga
berharap kepada Perumdam harus mengutamakan public services (Pelayanan
Publik, red). Oleh itu Andi meminta kepada ketiga Direksi dan seluruh Dewan
Pengawas agar dipresentasi mendatang ada harapan dalam kurun waktu satu atau
dua tahun ini perusahaan daerah ini benar – benar prima baik dari sisi produk
maupun pelayanan. (fer/don/kmf-smd)