03 Maret 2021
3841
Rakornas Penanggulangan Bencana, Wali Kota Ajak OPD Fokus Atasi Banjir di Samarinda

SAMARINDA-Presiden Republik
Indonesia, Joko Widodo mengatakan dalam setahun Indonesia mengalami sedikitnya
3.253 kejadian bencana alam atau dalam sehari ada 9 kali kejadian bencana.
Pengalaman kebencanaan ini
menurut Presiden, harus dijadikan momentum untuk memperkokoh ketangguhan dalam
menghadapi segala bentuk bencana yang terjadi di negeri ini.
Hal ini disampaikan
Presiden didalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021
melalui virtual di Istana Negara, Rabu (3/1).
Untuk diketahui, dari
periode Februari tahun 2020 hingga Februari tahun 2021 Indonesia dihadapkan
dengan berbagai bencana, mulai dari Gempa Bumi sebanyak 28 kali, 7 kali bencana
erupsi gunung api, Banjir 1260 bencana, Tanah Longsor 641 bencana dan yang
terahir adalah Pandemi Covid-19.
"Jangan terlambat,
jangan terlambat. Ini bukan berarti aspek yang lain dalam manajemen bencana
tidak kita perhatikan. Bukan itu. Tapi juga jangan sampai kita hanya bersifat
reaktif saat bencana terjadi," Kata Presiden Joko Widodo
Jokowi begitu Joko Widodo
dipanggil mengatakan, semua jajaran harus mempersiapkan diri dengan antisipasi
yang betul-betul terencana dengan baik dan detail. Karena itu, kebijakan
nasional dan kebijakan daerah harus selaras.
"Jangan ada bencana
baru kita pontang-panting, ribut, atau bahkan saling menyalahkan. Seperti itu
tidak boleh terjadi," ujar Jokowi.
Sementara itu, Kepala Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Mardano mengungkapkan Indonesia
mengalami kerugian ekonomi senilai Rp22,8 triliun setiap tahun akibat bencana.
"Momentum satu tahun
bencana Covid-19 adalah kesempatan untuk melakukan evaluasi, mempertahankan
yang sudah baik dan menyempurnakan yang masih kurang," Kata Doni
Setelah mendengar arahan
Presiden RI tadi, Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun meminta semua pihak
berkoordinasi dan berkolaborasi dalam menghadapi bencana sebagai upaya
peningkatan mitigasi melalui penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi
ancaman bencana.
“Mohon bapak ibu pimpinan untuk selanjutnya
diteruskan kepada para kepala OPD untuk betul-betul bersinergi. Ini masalah
kita bersama dan harus kita selesaikan bersama. Tidak boleh lagi saling
menyalahkan dalam urusan bencana, mari kita bersama-sama selesaikan masalah
banjir,” pungkas Andi Harun.Bar/Cha/KMF-SMD