TOP NEWS

Top

Inflasi Menurun, Rapat Pengendalian Inflasi Bahas Deflasi September 2024

Inflasi Menurun, Rapat Pengendalian Inflasi Bahas Deflasi September 2024

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara nasional oleh Kementerian Dalam Negeri, Rabu (02/10/2024). Para pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda berkumpul di Ruang Asisten II, Lantai III Balaikota Samarinda, untuk mengikuti kegiatan ini secara daring. 

Rapat dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pemerintahan Sekretariat Daerah, Drs. Isfihani, MM serta para pejabat perwakilan dari OPD terkait, termasuk Forkopimda di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Hadir pula Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Samarinda, Agus Sri Hartoyo, A Td, MT.


Rapat yang berlangsung secara nasional ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dan diikuti oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Salah satu poin penting yang dibahas dalam rapat tersebut adalah mengenai keakuratan penghitungan inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada September 2024, inflasi nasional mengalami deflasi sebesar -0,12%. Ini merupakan deflasi kelima pada tahun ini. Komponen yang paling besar memberikan kontribusi berasal dari sektor makanan, minuman, dan tembakau, serta transportasi yang terpengaruh oleh penurunan harga BBM non-subsidi.


Deflasi pada September 2024 tercatat lebih dalam dibandingkan dengan Agustus 2024, sementara inflasi tahun ke tahun (year on year) mencapai 1,84%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan September 2023.

BPS juga mencatat bahwa 24 provinsi mengalami deflasi pada September 2024, dengan deflasi terdalam terjadi di Papua Barat. Sebaliknya, 14 provinsi lainnya mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi di Maluku Utara.


Di tingkat komoditas, bensin menjadi faktor utama yang mempengaruhi deflasi pada komponen yang diatur pemerintah, sedangkan cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan sayuran seperti kentang dan wortel dominan memberikan kontribusi pada komponen bergejolak.

Menutup rapat, Tomsi Tohir mengingatkan bahwa meskipun deflasi telah terjadi, perlu perhatian terhadap menurunnya daya beli masyarakat. Ia meminta kementerian terkait untuk segera mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas harga. "Kita tidak boleh berpuas diri, stabilitas inflasi harus tetap terjaga," tegasnya. (FIRDA-PKL/KMF-SMR)