18 Maret 2021
5317
Jelang Bulan Ramadhan, Pemkot Komitmen Menjaga Stabilitas Bapokting

SAMARINDA. Menjelang Bulan Ramadhan tahun ini, Tim Pengendalian Inflasi
Daerah (TPID) telah membuat langkah strategis terhadap terjadinya gejolak
inflasi. Di antaranya cabe, ayam
potong, daging, bawang putih dan bawang merah.
Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi saat memimpin jalannya Rapat
Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi di ruang rapat wali kota, Kamis (18/3/2021)
pagi. Karena kata Rusmadi memasuki
Bulan Ramadhan biasanya pedagang pasar mempunyai peraturan sendiri untuk
menaikan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting). Untuk diketahui Kota Samarinda telah mendapatkan penghargaan
yakni TPID Award empat kali berturut-turut.
“Allhamdulilah dan selamat karena kerja keras teman-teman semua Kota
Samarinda telah mendapatkan TPID Award, akan tetapi penghargaan itu sendiri
jangan dijadikan sebagai kepuasan kita, tetapi jadikanlah penghargaan untuk
mencari point kekurangan, agar kita dapat melakukan perubahan bekerja menjadi
lebih baik lagi,” kata Rusmadi lagi.
Disebutnya inflasi penting tapi tentunya juga harus terus semangat dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, oleh sebab itu kerjasama dan menjaga
komunikasi semua pihak sangat diperlukan mulai dari penyediaan logistik sampai
ke konsumen atau masyarakat.
Sementara Kepala Direktur Bank Indonesia Tutuk Cahyono mengatakan inflasi
di Kaltim Tahun 2020 tercatat sangat rendah seiring dengan lemahnya permintaan
masyarakat dan cukupnya pasokan.
“Namun dengan asumsi penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan di Tahun 2021
dan potensi peningkatan permintaan masyarakat yang lebih tinggi, peningkatan
tekanan inflasi Kaltim 2021 pun
semakin besar,” kata Tutuk.
Ke depan TPID akan melakukan
berbagai pengembangan dan inovasi kegiatan pengendalian inflasi yang mengacu
pada 4k yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan
harga, dan komunikasi efektif.
“Untuk ketersediaan pasokan saya minta tolong dilihat kembali kondisi
sekarang seperti apa, kalau ayam saya yakin pasokan Samarinda ada, akan tetapi
pasokan yang lain seperti bawang putih dan cabe ini sangat tergantung pada
daerah Sulawesi dan Jawa, oleh sebab itu karena kita bulan depan sudah menginjak Ramadhan, saya minta
pasokan dari luar daerah ini kita utamakan suatu misal biasanya kita beli 1
ton, kita beli 4 sampai 5 ton agar apabila sewaktu-waktu mengalami perubahan
cuaca dan lonjakan harga, kita sudah bisa mengatasinya,’’ pungkas
Rusmadi.(BAR/DON/KMF-SMD)