01 Mei 2021
9538
Perangi Sampah Dengan Eco Enzyme, Pokja IV PKK Gelar Pelatihan Bagi Kader

SAMARINDA. Mendukung program
100 hari kerja pertama pemerintahan Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun dan
Wakilnya Dr H Rusmadi, Pokja IV TP PKK Samarinda melakukan pembinaan dan
pelatihan bagi kader kelurahan dalam pembuatan Eco Enzyme.
“Kegiatan pelatihan hari ini merupakan program Pembinaan Lingkungan
Bersih dan Sehat dari Pokja IV dengan tema Mari Mengolah Sampah Organik Menjadi
Eco Enzyme Berjuta Manfaat,” ucap ketua TP PKK Samarinda Hj Rinda Wahyuni Andi
Harun ketika membuka kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota,
Sabtu (1/5/2021).
Rinda mengatakan kegiatan ini merupakan program unggulan TP PKK Samarinda
yang berkontribusi langsung ke program Pemkot Samarinda dalam hal memerangi
persoalan sampah dan meningkatkan derajat kesehatan warga.
“Dengan proses Eco Enzyme ini, mampu mengubah sampah yang kotor, bau dan
bisa mendatangkan penyakit menjadi banyak manfaat,” ungkapnya.
Oleh karena itu kepada para kader kelurahan Rinda mengharapkan tidak
hanya selesai sampai di pelatihan tapi dapat merealisasikan dan mengembangkan
program Eco Enzyme di lingkungan masyarakat. Semua harus semangat untuk
melakukan perubahan agar Samarinda menjadi lebih bersih dan lebih sehat,” ajak
istri Wali Kota Samarinda ini.
Sementara, Relawan Komunitas Eco Enzyme Samarinda Yulianti dalam
pemaparannya menyampaikan bagaimana mengolah limbah organik menjadi cairan eco
enzyme serbaguna serta menguraikan berbagai manfaatnya.
Yulianti mengatakan eco enzyme mampu untuk menyelamatkan bumi dari
kerusakan akibat gas metana yang berasal dari pembusukan bahan organik (sayur
dan buah).
“Oleh karena itu kami dalam melaksanakan pelatihan tidak dipungut biaya.
Karena tujuan kami satu, untuk menyelamatkan bumi. Bisa menghubungi kami di
nomor 0898 2017308,” ucap Yulianti.
Menurutnya, eco enzyme merupakan produk hasil fermentasi yang berwarna
coklat dan beraroma fermentasi asam manis yang kuat dan memiliki banyak manfaat
di kehidupan sehari-hari.
Manfaatnya lanjut Yulianti seperti menjadi karbol alami, sabun cuci,
pupuk organik, bisa melawan 6 jenis kuman dan 4 jenis parasit, pembersih alat
dapur, pemurni udara, pereda infeksi dan alergi kulit.
“Juga sebagai antiseptik bahkan ada pengalaman membantu mengeringkan luka
pada orang yang kena diabetes yang sudah divonis amputasi yang akhirnya tidak
jadi diamputasi,” terangnya.
Ia mengatakan eco enzyme bisa dibuat siapa saja dari sampah/limbah dapur
organik dari dapur masing-masing dicampur dengan gula merah/molase dan air,
yang proses pembuatannya selama 3 bulan.
Adapun sampah dapur yang dipakai adalah kulit buah (yang tidak dimakan),
bagian sayur yang tidak dipakai masak.
“Syaratnya semua bahan ini belum dimasak, belum terkena minyak, tidak
bertekstur kering, keras, tidak mengeluarkan minyak seperti kelapa, dan tidak
bercampur dengan sampah lainnya,” ucapnya.
Tentunya dengan menggunakan eco enzyme lanjutnya bisa menghemat
pengeluaran, apalagi cara membuatnya mudah.
Sebelumnya para kader juga menerima materi tentang Lingkungan Bersih dan
Sehat oleh Maryam Amir dari Dinas Kesehatan, dan materi Manifestasi Sampah
Organik dalam menurunkan timbulan sampah di Kota Samarinda oleh Kepala Seksi Pengurangan Sampah DLH Samarinda
Eka Noor Wahidah.
Ketua Pokja IV Masdar Jhon menyampaikan peserta dari kader kelurahan dan
perguruan tinggi kesehatan.
“Peserta yang terbanyak dari Kecamatan Sungai Pinang dan Samarinda Utara, karena ini merupakan
kawasan fokus banjir. Harapan kita eco enzyme bisa diterapkan sehingga mampu
mengurangi persoalan banjir,” pungkas Masdar Jhon.(DON/CHA/KMF-SMD)