TOP NEWS

Top

Saefuddin Bangga Festival Moon Cake Dihadiri Tamu dari Bali Hingga Pekanbaru, Contoh Nyata Harmoni dan Kebersihan

Saefuddin Bangga Festival Moon Cake Dihadiri Tamu dari Bali Hingga Pekanbaru, Contoh Nyata Harmoni dan Kebersihan

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Suasana damai dan penuh kehangatan menyelimuti halaman Mahavihara Sejahtera Maitreya Samarinda pada Senin malam (6/10), saat digelarnya penutupan Festival Moon Cake ke-7. Mengusung tema “Indonesia Harmonis, Dunia Satu Keluarga”, perayaan ini menjadi ajang indah yang merekatkan keberagaman budaya, sekaligus menegaskan semangat toleransi di Kota Tepian.

Wakil Wali Kota H. Saefuddin Zuhri, yang hadir bersama istri E. L. Nova Saefuddin Zuhri, menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan festival yang berlangsung tertib, bersih, dan penuh semangat kebersamaan.

“Saya lihat dari ujung ke ujung, bersih semua. Sepuntung rokok pun tidak ada,” ujar Saefuddin Zuhri disambut tepuk tangan hadirin. “Ini perlu dicontoh oleh warga Samarinda. Tidak ada yang membuang sampah sembarangan, semua tertib mencari tempat yang telah disediakan. Inilah contoh baik yang bisa diterapkan di daerah lain.”


Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Samarinda mendukung penuh pelaksanaan Moon Cake Festival yang secara rutin digelar di Mahavihara Sejahtera Maitreya. Menurutnya, tradisi kue bulan bukan sekadar warisan budaya Tionghoa, tetapi juga jembatan kebersamaan yang mempererat persaudaraan antarwarga.

“Filosofi kue bulan mengajarkan tentang keharmonisan rumah tangga, kesatuan, kemakmuran, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Wawali. “Festival ini sejalan dengan visi kami untuk membangun Samarinda yang maju, harmonis, dan berbudaya. Keindahan sejati terletak pada keragaman, dan kekuatan sejati terletak pada persatuan.”

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Moon Cake ke-7, Pdt. Hendri Suwito, menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada seluruh pengunjung yang datang memeriahkan acara, termasuk tamu dari berbagai kota seperti Bali, Batam, Pekanbaru, Balikpapan, dan Tenggarong.


“Selama tiga malam kita telah merayakan kebahagiaan, kebersamaan, dan keindahan budaya. Melihat wajah-wajah ceria, canda tawa, dan semangat dari setiap pengunjung sungguh menjadi kebahagiaan luar biasa bagi kami,” ungkapnya.

Pdt. Hendri menambahkan bahwa keberhasilan acara ini tidak lepas dari kedisiplinan para pengunjung dalam menjaga kebersihan dan ketertiban.

“Kami terharu melihat warga Samarinda dan para tamu dari luar daerah begitu disiplin. Tidak ada yang merokok sembarangan, tidak ada sampah berserakan, bahkan tidak ada sandal pengunjung yang hilang. Luar biasa,” ujarnya.

Festival Moon Cake ke-7 menjadi bukti nyata bagaimana Samarinda mampu menjadi contoh harmoni, kebersihan, dan kebersamaan. Perayaan ini tidak hanya mempererat hubungan lintas budaya, tetapi juga memperkokoh semangat persaudaraan antarumat di Kota Tepian.

“Semoga kebersamaan ini senantiasa membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi kita semua. Sampai jumpa di Moon Cake Festival berikutnya,” tutup Pdt. Hendri penuh sukacita.(DON/TIK-KMF-SMR.Foto: Muhajir Dokpim)