TOP NEWS

Top

Komitmen Tingkatkan Predikat ke Nindya, Pemkot Samarinda Gelar Riview Evaluasi Kota Layak Anak

Komitmen Tingkatkan Predikat ke Nindya, Pemkot Samarinda Gelar Riview Evaluasi Kota Layak Anak

SAMARINDA.KOMINFONEWS- Pada tahun 2022, Kota Samarinda kembali menyandang predikat Madya pada ajang penghargaan Kota Layak Anak (KLA). Penghargaan itu diterima selama 2 kali berturut-turut. 

Asisten III Sekretariat Kota Samarinda, Dr Ali Fitri Noor mengatakan sebagai kota menuju layak anak, Pemkot memasang target predikat Nindya untuk tahun depan. 

“Terget ini sebenarnya sudah sejalan dengan visi misi Wali Kota dalam mewujudkan Samarinda sebagai kota peradaban yakni menjadikan generasi penerus yang sehat dan ceria dengan menjamin pemenuhan hak anak di kota Samarinda,”kata Asisten III ini ketika menjadi pembicara dalam riview evaluasi KLA Samarinda tahun 2022, Kamis (27/10/2022) siang, di ballroom Hotel Selyca, jalan Bhayangkara.

Walaupun berdasarkan data dari Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKPPPA) Provinsi Kaltim, selama tahun 2022 masih ditemukan kasus kekerasan pada anak sebanyak 120 kasus di kota Samarinda dan terjadi pada anak-anak tingkatan Sekolah Dasar khususnya korban anak perempuan. 

Ali Fitri berharap, Samarinda sebagai ibu kota Kaltim seharusnya tidak boleh lagi terjadi kekerasan pada anak. Walaupun dirinya sadar kasus kekerasan tadi sebenarnya konsekuensi dari sebuah berkembangnya kota. Oleh itu, penting saat ini penguatan lingkungan  melalui program Bebaya (Pro Bebaya).


Dimana jelas dia, melalui alokasi anggaran sebesar Rp 100 juta per RT melalui Pro Bebaya, seharusnya bisa dimanfaatkan oleh para Ketua RT untuk melakukan maping di lingkungannya menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui penguatan keluarga khususnya ekonomi keluarga.

“Karena rata-rata kekerasan pada anak ini biasanya  terjadi pada keluarga yang titik ekonominya berada pada level bawah, bisa jadi karena segala harga kebutuhan yang saat ini mulai meninggi hingga meluapkan emosinya pada anak. Saya minta hal ini tidak boleh lagi terjadi di kota Samarinda. Jadi harapannya dana pro Bebaya disetiap RT setidaknya juga bisa menyentuh kepada keluarga yang di maksud tadi dengan pengembangan kegiatan melalui program pertanian dan perikanan untuk penguatan ekonomi keluarga,”pesan Ali Fitri.


Sementara, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DP2AP) Samarinda, drg Deasy Evriyani menyampaikan jika saat ini kota Samarinda telah memiliki Forum Anak. Dimana kata dia forum tadi merupakan sebagai wadah bagi anak untuk menyampaikan pendapat dan berpartisipasinya dalam pembangunan di Samarinda, agar memperhatikan 31 Hak Anak sesuai dengan Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan Tidak Mengabaikan Kewajiban Anak.

“Jadi melalui momentum ini saya mengajak OPD di lingkungan Pemkot dan juga bapak-bapak dari pihak kepolisian Samarinda apabila memiliki kegiatan  sosialisasi yang beririsan dengan kegiatan anak setidaknya bisa melibatkan forum ini. Tujuannya agar keterlibatan mereka dalam pembinaan dan penguatan kapasitas terus dilakukan, sehingga bisa menjadi pelapor terhadap isu yang sedang berkembang saat ini,”pinta Desi

Hadir sebegai narasumber siang itu, drg Nova Paranoah Kepala Bidang Tumbuh Kembang Anak, DKPPPA provinsi Kaltim.

Selain rakor riview evaluasi KLA, diwaktu dan tempat yang sama juga dilakukan bimbingan teknis Kecamatan dan kelurahan layak anak dan juga sosialisasi Konvensi Hak Anak (KHA) bagi petugas kesehatan di puskesmas dan rumah sakit. (CHA/KMF-SMR)