TOP NEWS

Top

Tingkatkan Penilaian Indikator SPBE, Pemkot Samarinda Targetkan Nilai 3

Tingkatkan Penilaian Indikator SPBE, Pemkot Samarinda Targetkan Nilai 3

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Pemerintah Kota Samarinda tengah berupaya memenuhi sejumlah indikator untuk memperoleh penilaian maksimal dalam menjalankan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Rapat Monitoring dan Evaluasinya pun dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Daerah) kota Samarinda Hero Mardanus Satyawan, Selasa (14/6/2022) di Balai Kota.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kota Samarinda sendiri  berperan dalam melakukan harmonisasi dan mengintegrasikan ekosistem digital di lingkungan Pemkot Samarinda.

Seperti yang dikatakan Kadis Kominfo Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah dalam paparannya pagi itu menjelaskan untuk melahirkan inovasi-inovasi dalam mewujudkan sistem pemerintahan yang berbasis elektronik memerlukan kerjasama semua OPD. Apalagi Pemkot saat ini sambung dia, sudah masuk dalam integrasi secara terpadu. Sehingga sekarang menurut dia, sebenarnya seluruh OPD sudah bisa berbagi data antara satu dengan dinas lainnya dengan memanfaatkan sistem elektronik tadi.


“Sebenarnya kita dari dulu sudah menerapakan sistem pemerintahan yang berbasis elektronik sesuai instruksi pemerintah pusat dengan memanfaatkan infrastruktur jaringan sendiri. Dan tidak semua daerah di Indonesia bisa seperti kita. Sekarang tinggal memperkuat pengintegrasiannya saja,”kata Dayat demikian Aji Syarif disapa.

Contoh nantinya seperti razia yustisi sampah yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), apabila menjaring seorang warga  yang melanggar dan yang bersangkutan tidak pernah membayar retribusi sampah, maka data  warga tadi sudah terintegrasi dengan Dinas Catatan Sipil. Sehingga apabila yang bersangkutan ingin mengurus Kartu Keluarga atau Akte Kelahiran maka secara otomatis akan tertolak.

“Begitu pun dengan Bapenda, kalau sistem elektronik kita sudah terintegrasi dengan baik, sebenarnya Bapenda tidak perlu lagi promosi habis-habisan untuk mengajak warga membayar PBB. Karena ketahuan aja masyarakat yang enggan bayar PBB bakal merasakan susahnya berurusan untuk penyambungan baru listrik atau Air PDAM, karena sistem secara otomatis menolak sebelum dia menyelasaikan kewajibannya dulu,”urai Dayat.

Ia menambahkan, untuk tahun 2021 kemarin, perolehan nilai tingkat kematangan indikator SPBE Samarinda sudah mencapai nilai 2,46. Sehingga perlu untuk tahun ini agar bisa mencapai nilai yang maksimal. Oleh itu, penting bagi pihaknya untuk menyampaikan evaluasi  terkait beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki. Agar perolehan nilai tingkat kematangan SPBE Kota Samarinda bisa mencapai nilai 3.


“Jadi ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, diantaranya segera menyusun arsitektur peta perencanaan SPBE, bagi OPD yang layanan SPBE nya telah mencapai nilai 4 perlu untuk melakukan meriview dan evaluasi kembali menyesuaikan perubahan lingkungan OPD nya dan terakhir seluruh kegiatan SPBE yang dilakukan harus terdokumentasikan dengan baik,” tuturnya.

Sementara, Sekda Kota Samarinda, Hero Mardanus mengingatkan untuk mencapai target nilai seperti yang disebutkan Kadis Kominfo tadi, ia berharap dukungan dari OPD untuk kerjasama dalam mewujudkan keberhasilan bagi kota Samarinda.

Apalagi tujuan SPBE sendiri untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik berkualitas serta terpercaya sudah sesuai dengan visi dan misi Pemkot Samarinda.

“Jadi saya minta OPD bisa memback up kerja bersama ini. Sedangkan untuk Diskominfo segera buatkan surat edarannya terkait evaluasi bagi OPD yang perlu nilai kematangan indikatornya ditingkatkan lagi. Agar schedule pertemuan untuk membahas kelemahan yang perlu dievaluasi bisa sesuai timeline,”sarannya memungkasi. (CHA/DON/KMF-SMD)