TOP NEWS

Top

Pengelolaan Pupuk Kompos, Wali Kota Samarinda Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan Australia

Pengelolaan Pupuk Kompos, Wali Kota Samarinda Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan Australia

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun menyambut positif tawaran kerjasama dari perusahaan Wasteplant dalam hal pengelolaan limbah makanan menjadi pupuk organik atau kompos. 

Saat menerima kunjungan manajemen perusahaan asal Australia ini, di Anjungan Karamumus gedung Balai Kota Selasa (2/3/2022) siang, Andi Harun mengatakan akan segera menindaklanjuti tawaran kerjasama tadi melalui Dinas Lingkungan Hidup.

“Sebenarnya metode yang ditawarkan ini bagian dari kampanye meminimalkan penggunaan pupuk kimia yang selama ini banyak digunakan dalam dunia pertanian. 

Jadi kalau menggunakan pupuk kompos hasil daur ulang dari limbah makanan tentu lebih banyak manfaatnya, khususnya dari segi kesehatan karena hasil pertanian menjadi lebih baik dan sehat pastinya,” kata Wali Kota.

Wasteplant sendiri merupakan perusahaan yang berfokus kepada pembuatan sistem daur ulang limbah makanan yang berbasis edukasi untuk dijadikan pupuk organik.

Nantinya hasil dari daur ulang limbah makanan ini akan ditanam dan diproses untuk menghasilkan pupuk cair yang berguna untuk perkebunan dan pertanian. 


Wali Kota berharap, dalam memulai kerjasama nanti setidaknya ada lahan pertanian percobaan hasil dari daur ulang limbah makanan tersebut yang diujicobakan pada bibit-bibit tumbuhan.

“Kalau program ini berhasil tentunya sangat berguna bagi dunia pertanian di Samarinda, selain sampahnya tertata bersih karena termanfaatkan untuk pupuk.

Disisi lain, pastinya membantu para petani untuk menghasilkan tumbuhan yang sehat,” ungkapnya.

Sementara,Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Samarinda, Nurrahmani yang berkesempatan hadir siang itu menegaskan akan segera menindaklanjuti arahan Wali Kota terkait membangun pilot project kerjasama dengan Wasteplant tadi.

Ia mengatakan, terkait limbah sampah yang dibutuhkan oleh perusahaan Australia tadi menurutnya tidak terlalu sulit untuk memenuhinya dijadikan pupuk organik.

“Jadi kalau kebutuhannya 30 ton perhari sebenarnya tidak sulit, karena sampah yang dihasilkan warga Samarinda perharinya mencapai 500 ton dan 50 persennya adalah sampah organik, jadi tinggal dipilah saja limbah yang dibutuhkan nanti,” ungkapnya. (CHA/DON/KMF-SMD)