TOP NEWS

Top

Wawali Rusmadi Ingatkan Pentingnya Update Data Kasus Stunting Sebelum ke Rencana Aksi

Wawali Rusmadi Ingatkan Pentingnya Update Data Kasus Stunting Sebelum ke Rencana Aksi

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi menekankan pentingnya update data terkait kasus stunting di 10 Kecamatan yang ada di kota Samarinda. 

Disela memimpin rapat sinkronisasi dan integrasi data kesehatan pada Jumat (15/7/2022) pagi di Balai Kota, ia menjelaskan jika masalah kesehatan saat ini menjadi konsen di pemerintahannya bersama Wali Kota Dr H Andi Harun.

“Karena tugas kita sekarang ini berat, mengingat harus menyiapkan anak-anak kita agar bisa membawa bangsa kedepan lebih baik. Jadi masalah pendidikan dan kesehatan harus menjadi mutlak dan konsen kita di pemerintahan,” pesan Rusmadi.

Termasuk diantaranya jelas dia masalah stunting tadi. Karena target nasional untuk menekan tingkat persentase stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024 harus bisa terealisasi di daerah.

Untuk itu sambung dia, pentingnya mulai dari sekarang instansi yang berkaitan mulai mengelompokan anak-anak di Samarinda yang lahir beresiko stunting berdasar data.


“Kalau pun ada resikonya segera tangani sebelum menginjak dua tahun. Maka saya minta pentingnya update data tadi agar penangannya bisa efektif,” pinta Wawali.

Ia mengingatkan, sebelum masuk pada rencana aksi rembuk stunting pada pekan depan nanti, ia menginginkan ada pencatatan data terbaru baik dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda sebagai langka untuk sinergitas kedepan yang kaitannya juga dengan penanggulangan kemiskinan.

Sehingga dengan data yang baik ada target dan sasaran dalam menjalankan langkah kongkrit untuk menangani stunting dengan berbagai program aksi. 

“Jadi pekerjaan ini harus dilakukan lintas instansi biar ada kemajuan sehingga target stunting rendah jadi tujuan,”urainya.

Apalagi, dengan terobosan Pro Bebaya sebagai prakarsa dan membangun partisipasi masyarakat, setidaknya peran RT sebagai lingkup terkecil di lingkungan masyarakat bisa ikut berperan dalam menurunkan angka stunting. Khususnya mulai dari membantu kemandirian ekonomi warga mengingat potensi angka stunting ini berada pada kelompok masyarakat yang kurang mampu hingga langkah promotif dan edukasi menangani kasus stunting melalui anggaran yang ada di Pro Bebaya tadi.

“Karena langkah ini juga sebagai bukti keseriusan Pemerintah kota Samarinda untuk menangani kasus stunting yang terjadi di tengah masyarakat,” pungkas Rusmadi. (CHA/DON/KMF-SMR)