TOP NEWS

Top

Cegah Kelahiran Anak Stunting, Pemkot Perkenalkan Aplikasi Elsimil untuk Calon Pengantin

Cegah Kelahiran Anak Stunting, Pemkot Perkenalkan Aplikasi Elsimil untuk Calon Pengantin

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kota Samarinda menggelar sosialisasi aplikasi elektronik siap nikah dan hamil (Elsimil), Rabu (20/4/2022) siang, di gedung Balaikota dengan melibatkan para penyuluh Keluarga Berencana dan para Lurah se kota Samarinda.

Sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada para Lurah agar sebelum mengeluarkan surat rekomendasi pernikahan kepada calon pengantin. Setidaknya mereka terlebih dahulu melakukan edukasi kepada calon pengantin untuk melaporkan status gizinya serta para meter kesehatan seperti tinggi, berat badan, HB melalui form yang diisi pada aplikasi Elsimil.

“Jadi Lurah, disini bertugas sebagai penerus informasi  dan ujung tombak untuk mensosialisasikan aplikasi ini kepada calon pengantin. Karena fungsi aplikasi ini sendiri nantinya akan mengolah data riwayat kesehatan calon pengantin sebelum sertifikat siap nikah diterbitkan,”urai Kepala DPPKBkota Samarinda I Gusti Ayu Sulistiani dalam laporannya.

Tujuan dari aplikasi ini sebenarnya lebih kepada memberikan edukasi terkait situasi seorang ibu yang berpotensi melahirkan anak yang sehat ataukah stunting. Nantinya ada pendamping yang akan memberikan edukasi terkait hal tersebut.


Hingga saat ini sambung Ayu, sudah ada 72 calon pengantin yang mendownload aplikasi tersebut dan 8 diantaranya sudah mendapatkan pendampingan dari tim penyuluh.

Sementara, Plh Sektetaris Daerah (Sekda) kota Samarinda, Ali Fitri Noor saat membuka sosialisasi aplikasi tadi menambahkan, jika Samarinda sebagai ibu kota provinsi Kaltim, juga masih tak luput dari kasus stunting atau kekurangan gizi pada anak, khususnya di  wilayah pinggiran kota. Oleh itu pinta dia, sudah menjadi tugas bersama, utamanya para Lurah sebagai kepanjangan tangan dalam menyampaikan informasi ini kepada calon pengantin dalam langkah awal pencegahan stunting.

“Selain perlu juga strategi lain melalui kegiatan Posyandu dalam mengedukasi mengenai perkembangan gizi,”kata Ali Fitri.

Apalagi jelas dia, pelayanan kesehatan juga masuk dalam 10 program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda. Seharusnya sosialiasi tadi bisa bersinergi dengan Pro Bebaya (program pemberbedayaan dan pembangunan masyarakat) yang berbasis lingkungan melalui tingkat RT, sehingga dipastikan sosialisasi akan berjalan cepat.

“Mengingat Pemerintah pusat telah menargetkan angka prevalensi kekerdilan atau stunting pada tahun 2024 berada di bawah 14 persen, jadi Pemkot harus bisa terus memantau data perkembangan stunting di Samarinda dengan mengukur kerjasama  para penyuluh hingga aparat pemerintah paling bawah,”ungkap Ali memungkasi. (CHA/ASYA/KMF-SMD))