TOP NEWS

Top

Tim Penanggulangan Kemiskinan Kembali Gelar Rakor

Tim Penanggulangan Kemiskinan Kembali Gelar Rakor

SAMARINDA.KOMINFONEWS - Tim Penanggulangan Kemiskinan kota Samarinda kembali melanjutkan Rakor  mengenai pembahasan dan menentukan program-program apa saja yang dilakukan dari setiap OPD terkait yang ada di kota Samarinda di ruang rapat Bappedalitbang lantai II, Selasa (06/12/2022). Hal ini sesuai  arahan dari Wali Kota Samarinda guna menurunkan angka kemiskinan dan menaikan nilai pendapatan masyarakat miskin yang ada di kota Samarinda.

Rapat lanjutan dipimpin oleh Plh. Sekda Mas Andi Suprianto,SE. didampingi kepala Bappedalitbang Ananta Fathurrozi, S.Sos, M.Si dan dihadiri peserta dari beberapa OPD di lingkungan pemerintah kota Samarinda. Diantaranya Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perkim, Dinas PUPR, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kolerası UKM, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pelikanen, DP2PA, DPPKB, Disdukcapil, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Perumdam Tirta Kencana, Perumda Varia Niga, Camat dan para  Lurah. 


Menurut Ananta Fathurrozi selaku Kepala Bappedalitbang sekaligus sebagai Sekretaris Tim Penanggulangan Kemiskinan Kota Samarinda, sebenarnya progres sampai saat ini, sudah memiliki rencana aksi tahunan untuk penanggulangan kemiskinan, akan tetapi rencana aksi tahunan ini masih dianggap global atau bersifat umum. Sedangkan keinginan Wali Kota saat kegiatan rakor kemerin disampaikan bahwa program-program yang seharusnya dilaksanakan oleh OPD-OPD  itu harus langsung tertuju sesuai dengan yang ada di daftar masyarakat miskin ekstrem.  Sementara ini data-data yang diperoleh dari Dinas Sosial dari Kementerian Pusat masih harus diverifikasi ulang dikarenakan ada hampir 1.000 data yang tidak sesuai.


“Kita harus berangkat dari data. Bukannya Bappeda ini tidak mau bergerak tapi data yang memang belum akurat, sehingga kita tidak bisa maksimal. Dan kami pun sebenarnya sudah meminta ke Kemenko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) supaya bisa dirinci lagi, apa sih kebutuhan yang menjadi upaya kita untuk menghilangkan miskin ektrem itu, sehingga kita bisa menindak lanjutinya dengan program yang akan dijalankan nantinya, bahkan Pro bebaya pun kata pak Wali kita bisa manfaatkan.” jelas Ananta.


Diharapkan dari hasil pertemuan hari ini, setidaknya sudah ada program yang bisa dipresentasikan dan mengetahui di mana titik lokasi yang paling banyak masyarakat miskin ektremnya, serta apa saja persiapan yang perlu disiapkan untuk tahun 2023. Dari sinilah peran Camat dan Lurah diharapkan untuk bisa  membantu dalam sistem pendataan dan pemetaan.


Selanjutnya masing-masing OPD terkait menjelaskan apa saja usulan-usulan yang sudah masuk sesuai dengan program yang akan dijalankan di dalam kegiatan penanggulangan kemiskinan, Dan apabila belum ada usulan yang masuk maka diharapkan segera memberikan usulan kegiatan apa saja dan berapa nilai yang dibutuhkan untuk menjalankan program-program yang telah disusun agar tercapainya penurunan tingkat kemiskinan ektrem di kota Samarinda. (TAM/KMF.SMR)