TOP NEWS

Top

Iklan Rokok Dianggap Langgar Aturan, Pemkot Siapkan Teguran Hingga Bongkar Titik Reklame

Iklan Rokok Dianggap Langgar Aturan, Pemkot Siapkan Teguran Hingga Bongkar Titik Reklame

SAMARINDA. KOMINFONEWS -  Sejumlah Iklan Baliho dan Billboard  berkonten rokok di Kota Samarinda diduga telah melanggar Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 12 Tahun 2022 maupun Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Tembakau Bagi Kesehatan.

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) telah menemukan beberapa iklan rokok yang tidak sesuai ketentuannya.

Karena berdasarkan pasal 31 PP Nomor 109 tahun 2012, iklan rokok di media luar ruang seperti baliho, billboard atau sejenisnya tidak diizinkan menempati ruas jalan protokol dan juga harus diletakkan sejajar dengan bahu jalan serta tidak boleh memotong jalan atau melintang seperti bando.

Rapat tindak lanjut terkait hal ini pun  digelar Rabu (3/8/2022) pagi, di Balai Kota. Dimana pointnya, Pemkot Samarinda diminta selektif dalam memberikan izin penempatan iklan rokok di media luar ruang. Serta memberikan sanksi kepada perusahaan Advertising yang melanggar aturan tersebut.

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Kota Samarinda, Eko Suprayetno mengatakan Pemerintah akan segera menindaklanjuti terkait pelanggaran yang dimaksudkan oleh BPOM tadi. 


“Jadi selain memberikan teguran dan penertiban kepada  perusahaan ini, Pemkot juga memiliki hak untuk menebang atau membongkar titik reklame tanpa memberitahukan pemilik yang bersangkutan apabila mereka tidak memiliki izin,”kata Eko

Selama bulan Juni 2022, pihak Perijinan Kota Samarinda telah mencoba melakukan pengawasan iklan rokok ini, dan fakta dilapangan ternyata masih banyak ditemukan titik reklame yang tidak memiliki izin. Pasalnya sejak tahun 2014, Dinas Perijinan juga sudah tidak menerbitkan izin iklan rokok kembali. Fenomena saat ini yang terjadi adalah kemungkinan pihak perusahaan menyewa kepada pemilik papan reklame dimana si pemilik tersebut juga sudah tidak memiliki izin.

Dalam rapat pagi itu juga dipaparkan, sedikitnya ada dua belas titik baliho iklan rokok diletakkan tidak sejajar dengan bahu jalan, yakni tiga titik di jalan Bhayangkara, dua titik di jalan Sentosa dan satu titik lagi di Jalan Letjend Suprapto, jalan Sungai Keledang, jalan Slamet Riyadi, jalan Pangeran Diponegoro, jalan Pangeran Hidayatullah, jalan Tarmidi dan terakhir di jalan DI Panjaitan.

Ditambahkan oleh Staf Ahli Wali Kota Pemkot Samarinda, Hery Suryansyah mengatakan pihaknya akan segera membuat telaahan advis dan segala permasalahan serta solusi dalam rapat tersebut akan disampaikan kembali ke Wali Kota Samarinda pada rapat selanjutnya. (FER/CHA/KMF-SMR)