TOP NEWS

Top

Selaraskan Kurikulum Merdeka, 120 Sekolah Penyelenggara Inklusi di Samarinda Gelar Raker

Selaraskan Kurikulum Merdeka, 120 Sekolah Penyelenggara Inklusi di Samarinda Gelar Raker

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Sedikitnya ada sebanyak 120 sekolah negeri penyelenggara inklusi dibawah naungan Dinas Pendidikan (Diknas) kota Samarida menyelenggarakan rapat kerja (Raker), Kamis (4/8/2022) pagi di aula UPTD Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi, Diknas Samarinda jalan Batu Besaung, Kecamatan Samarinda Utara.

Raker yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi ini guna menyelaraskan model pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dalam arahannya pagi itu, Wawali memberikan hormat dan penghargaan kepada para guru yang telah mengabdikan diri pada sekolah penyelenggara inklusi dalam memberikan bimbingan khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

“Atas nama pemerintah kota saya mengucapkan terima kasih kepada ibu dan bapak guru sekalian  yang telah mengabdikan diri sebagai pengajar di sekolah inklusi, langkah ini menurut saya sangat luar biasa, dari wajah guru-gurunya juga saya perhatikan sabar semua, semoga pengorbanan bapak ibu dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah ta’ala,”kata Rusmadi dalam sambutannya.


Menurut Wawali, peserta didik berkebutuhan khusus tidak boleh kehilangan haknya untuk dapat belajar pada sekolah umum. Dan pemerintah sendiri juga telah memberikan perhatian khusus untuk mereka tadi. 

Karena jelas Rusmadi, pada hakekatnya semua siswa dan siswi yang mengenyam pendidikan di sekolah negeri merupakan anak-anak kita semua tanpa ada perbedaan sedikit pun.

“Jadi anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Termasuk penyandang disabilitas. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memberikan perhatian pada anak-anak yang tidak sekolah, kalau masih ada di lingkungan bapak-ibu sekalian yang anak-anaknya tidak bersekolah berarti itu masuk dalam kejahatan besar,”seru Rusmadi.

Terkait kurikulum merdeka, Rusmadi kembali menekankan kepada sekolah agar anak-anak didik tidak boleh lagi belajar dibawah tekanan melainkan harus happy. 

“Saya menyadari walaupun tidak mudah tapi harus dimulai. Lakukan yang menyenangkan di sekolah dari segi lingkungannya. Jadi anak-anak kalau bangun pagi selalu bersemangat untuk berangkat ke sekolah karena lingkungannya yang nyaman tadi,”pesannya.


Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda Asli Nuryadin menambahkan, sejak tahun 2021 para kepala sekolah dan guru sekolah inklusi telah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) dalam membekali pengetahuan untuk membimbing anak-anak berkebutuhan khusus di Samarinda.

“Alhamdulillah para guru-guru ini berkerja dengan ikhlas semua, harapannya semoga ada support dari pemkot berupa honor tambahan untuk guru-guru ini,”singgung Asli.

Harapannya, semua sekolah di Samarinda nantinya bisa melaksanakan sekolah inklusi. Sehingga bisa mengakomodir bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus yang ingin belajar dan bermukim dekat dengan sekolah.

Tak itu saja, sambung Asli, Dinasnya juga berharap kepada tenaga pengajar yang masih berstatus honor bisa diprioritaskan untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sesuai kebijakan dari pemerintah pusat.(CHA/KM-SMR)