TOP NEWS

Top

Kukuhkan Tim Jitupasna, Andi Harun Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Dalam Penanggulangan Bencana

Kukuhkan Tim Jitupasna, Andi Harun Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Dalam Penanggulangan Bencana

SAMARINDA.KOMINFONEWS - Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun mengingatkan pentingnya berkolaborasi dalam memberikan perhatian pada penanggulangan bencana, terlebih dengan terbentuknya Tim Jitupasna sehingga ketangguhan dalam penanggulangan bencana bisa tercapai.

Hal ini disampaikan Andi Harun saat mengukuhkan Tim Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) kota Samarinda di Ruang Mangkupelas Balaikota Samarinda, Rabu (30/11/2022).

“Tim Jitupasna dibutuhkan untuk memperoleh kajian yang komprehensif, sebagai bahan masukan dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi  pasca bencana . Pengkajian pasca bencana merupakan instrumen untuk melaksanakan konsep rehabrekons yang mencakup aspek pemulihan fisik dan aspek kemanusiaan dengan menggunakan prinsip dasar yaitu membangun yang lebih baik dan aman berbasis pengurangan resiko bencana,” ucap Andi Harun dalam arahannya.

Ia mengatakan penyelenggaraan penanggulangan bencana yang meliputi tahap pra bencana, saat tanggap darurat, dan pasca bencana.  Dimana tahap pasca bencana terdapat kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehabrekons) yang merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah yang terkena bencana, untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pada wilayah pasca bencana.

Andi Harun mengungkapkan bahwa Pemkot Samarinda telah menetapkan prioritas dari kegiatan rehabrekons, dimana prioritas tersebut didasarkan pada analisis kerusakan dan kerugian akibat bencana yang tertuang dalam rencana rehabrekons sesuai amanat PP Nomor 21 tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana.


Oleh karena itu, Andi Harun sangat mengapresiasi atas kehadiran dari Tim Jitupasna kota Samarinda yang sangat dibutuhkan saat pasca bencana. “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Tim Jitupasna kota Samarinda. Semoga dapat membantu masyarakat bersama-sama menjaga wilayah dari berbagai ancaman, baik itu kebakaran, bencana alam dan keamanan,” tuturnya.

Andi Harun tak menampik bencana banjir dan longsor yang sering terjadi di Indonesia 

juga dialami di kota Samarinda. Dimana ada 7 kerawanan bencana yang bisa dan sering terjadi di Samarinda. Yaitu, banjir, tanah longsor, kebakaran, cuaca ekstrem, kekeringan, konflik sosial dan epidemik penyakit.

“Dari beberapa gambaran infografis bencana yang terjadi di Samarinda, bahwa potensi kebencanaan setiap tahun intensitasnya cukup tinggi. Oleh sebab itu, sangat dipandang perlu untuk memberikan perhatian yang lebih optimal pada upaya pencegahannya dan kesiapsiagaan,” tandasnya.

Ditegaskannya, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana ini bertujuan untuk menjamin terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana yang dilakukan secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, risiko dan dampak bencana.

Pengukuhan ini dihadiri pula Kapolresta Samarinda yang diwakilkan Kasat Samapta Kompol Ahmad Abdullah SH, Dandim 0901/Smd diwakilkan Kasdim Letkol Inf Boyke Toipan Napitupulu SH, Plh Sekda Dr Ali Fitri Noor dan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso.(DON/KMF-SMR)