TOP NEWS

Top

Fashion Show Dekranasda Samarinda Konsep Etnic Borneo Tampil Memukau di Pembukaan Pameran Nasional Jogja TCTI

Fashion Show Dekranasda Samarinda Konsep Etnic Borneo Tampil Memukau di Pembukaan Pameran Nasional Jogja TCTI

YOGYAKARTA.KOMINFONEWS – Fashion Show persembahan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kota Samarinda dengan konsep Etnic Borneo berhasil tampil memukau, informatif dan promotif pada pembukaan pameran nasional Jogja Tourism, Craft, Trade & Investment (TCTI) 2022 yang akan berlangsung 10-13 di hall Jogja City Mall, kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pembukaan yang berlangsung Kamis 10 November kemaren tak hanya memukau para tamu undangan dan peserta pameran dari kabupaten/kota di Indonesia juga bagi pengunjung mall, tidak terkecuali kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta Ir Syam Arjayanti MPA, kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian kota Samarinda Dr Ibnu Araby dan Sekretaris Dekranasda kota Samarinda Ir Rita Dinar Tiurmaida mewakili Ketua Dekranasda kota Samarinda Hj Rinda Wahyuni Andi Harun.


Fashion show berkonsep Etnic Borneo memperagakan busana karya designer Kinanti Couture yang merupakan binaan ketua Dekranasda kota Samarinda Hj Rinda Wahyuni Andi Harun. Seperti Busana Pesona Anggrek yang merupakan perpaduan unsur tenun Samarinda dan warna cerah menghadirkan busana wanita yang anggun dan menawan. Para model pria disini menggunakan Seraong alias topi khas Kaltim.

Kemudian busana Ecotik Lurik, yang merupakan perpaduan kain lurik dengan ecotik (Ecoprintbatik) bermotif alam Kalimantan. Para model wanita disini menggunakan topi dengan burung enggang.

Dalam fashion show itu juga sekaligus memperkenalkan madu Loa Honey. Madu Loa Honey ini merupakan madu asli dari nectar/sari bunga yang tumbuhan yang diambil dari pedalaman hutan Kalimantan Timur. Loa Honey merupakan produk dari Trisna Hidayat pelaku UKM yang sengaja dibawa Dekranasda Kota Samarinda untuk mengisi stand Samarinda.


Di Loa Honey, ada madu borneo (madu hutan liar Kalimantan), madu kelulut (plus bee pollen dan propolis), madu nesia (madu hutan liar Indonesia), dan multiflora (plus royal jelly). Produk madu dari Loa Honey berasal dari sarang lebah yang menghisap beraneka ragam nektar bunga di pedalaman hutan Indonesia.

Seusai peresmian, Ibnu menyampaikan bahwa Pemkot Samarinda dalam hal ini Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Samarinda bersama Dekranasda kota Samarinda terus berusaha membangkitkan UKM dan IKM serta menciptakan wirausaha baru agar bisa terus menerus eksis dalam menopang perekonomian.

Ia menjelaskan pihaknya bersama Dekranasda Samarinda berkolaborasi untuk mencetak UKM dan IKM yang unggul, handal dengan produk berkualitas serta mampu bersaing di pasar global.

“Salah satunya dengan memfasilitasi mereka melalui expo-expo ini,” pungkas Ibnu.(DON/KMF-SMR)