TOP NEWS

Top

Buka ToT yang Digelar BI, Wali Kota Sebut Samarinda Pengguna Tertinggi Transaksi QRIS se Kalimantan

Buka ToT yang Digelar BI, Wali Kota Sebut Samarinda Pengguna Tertinggi Transaksi QRIS se Kalimantan

SAMARINDA.KOMINFONEWS - Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun membuka secara langsung Training Of Trainers (ToT) Cinta  Bangga Paham Rupiah, Sosialisasi QRIS, Pengenalan Uang Rupiah tahun emisi 2022 serta Launching si Opung Arga Berkulit Sama yang digelar Bank Indonesia (BI) perwakilan Kaltim yang berlangsung, Selasa (6/9/2022) pagi di Hotel Mercure, jalan Mulawarman.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatangan kerjasama (MOU) antara BI dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda (DPPKB) kota Samarinda terkait Integrasi kegiatan perangkat daerah di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) se Kota Samarinda.

Kepala DPPKB Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani menjelaskan, jika sinergitas antara pihaknya dan BI ini sudah berjalan sejak tahun 2016, khususnya kerjasama dalam mensukseskan ketahanan pangan melalui pembagian bibit cabai kepada warga yang berdiam di kampung KB.

"Hari ini kami kami kembali menjalin kerjasama  dengan meluncurkan program Evaluasi program kampung berkualitas se Kota Samarinda (Si Opung Arga Berkulit Sama),”kata Ayu.


Dimana tujuan dari program ini harapannya seluruh OPD di lingkungan Pemkot bisa memahami tentang pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan  secara terintegrasi di kampung berkualitas terlebih untuk program unggulan Wali Kota Samarinda seperti Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Pro Bebaya) dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. 

“Sehingga tujuannya bisa menghasilkan keluarga berkualitas dengan karakteristik keluarga yang tentram mandiri dan bahagia yang pada akhirnya berkontribusi pada pengembangan khususnya di Kota Samarinda,” terang Ayu.

Ditambahkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Ricky P Ghozali jika acara ToT yang digelar hari itu ditujukan kepada 59 kampung KB yang didalamnya terdapat unsur ibu-ibu PKK, Remaja, RT dan RW.

"BI juga memiliki program urban farming berupa penanaman cabe dengan memanfaatkan lahan tidur dan pekarangan rumah di Kampung KB dalam rangka mendukung program strategis pengembangan masyarakat melaui Pro Bebaya dan mendukung gerakan nasional pengendalian inflasi pangan serta program sosialisasi QRIS dalam rangka perluasan implementasi pembayaran non tunai di Kalimantan Timur,” ucap Ricky.


Sementara, Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun mengapresiasi langkah kerjasama yang dilakukan DPPKB dan BI. Tak itu saja, Wali Kota pun turut mendukung sosialisasi Bank Indonesia untuk penggunaan transaksi non tunai melalui QRIS.

Karena menurut Wali Kota, Pemkot sendiri berupaya mendorong warga Samarinda agar familiar dan masif menggunakan transaksi non tunai di semua sektor. Dan kini di Kalimantan, Kota Samarinda masuk dalam urutan pertama dalam penggunaan transaksi non tunai saat ini.

“saya selaku Wali Kota mulai dari lingkungan Pemerintah, transaksi di pemerintah sampai ke bawah kita kampenyakan secara masif untuk transaksi non tunai ini. Karena tidak bisa dihindari, bahkan kedepan penggunaan mesin ATM bisa saja tidak lagi bisa berfungsi, karena makin keseni teknologi digital ini semakin modern, dan kemungkinan transaksi tunai di masa depan tidak lagi dipakai untuk kegiatan alat tukar sektor perekonomian di masyarakat,” pungkasnya mengakhiri.(THR/CHA/KMF-SMR)