TOP NEWS

Top

Audensi Bersama IGSB, Andi Harun Cerita Pengalaman Saat Jadi Guru

Audensi Bersama IGSB, Andi Harun Cerita Pengalaman Saat Jadi Guru

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Bukan waktu yang sebentar untuk memahami setiap persoalan di dunia pendidikan, termasuk saat perjuangan menjadi guru tetap maupun honorer, harus makan waktu dan makan sabar ketika menghadapi murid saat lagi mengajar di sekolah.

Begitulah yang pernah dialami Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun saat pernah menjadi guru pengajar di MTS Sulaiman Yasin, Jalan Lambung Mangkurat, diera tahun 1990 an.

Pengalaman yang tak terlupakan ini pun dia ceritakan saat menerima audensi pengurus Ikatan Guru Samarinda Bersatu (IGSB), Kamis (1/12/2022) pagi di Balai Kota.

“Kebetulan pak Riadi ini yang juga Ketua IGSB merupakan teman satu profesi saya saat kami masih mengajar di MTS Sulaiman Yasin. Cuma bedanya beliau akhirnya jadi PNS,” aku Andi Harun dibenarkan oleh Riadi.

Wali Kota Samarinda ini mengatakan saat aktif menjadi guru, dirinya mendapat tugas untuk mengajar empat mata pelajaran. Diantaranya Matematika, Fisika, Biologi dan Bahasa Inggris. Dimana honor yang ia dapatkan hasil dari mengajar selama satu jam tadi sebesar Rp 2.500.

“Ya kalau ditotal sebulan saya cuma terima gaji sebesar Rp 125.000,“ ungkap Andi Harun.

Dia mengaku, banyak suka dan duka saat menjadi guru, termasuk pengalamannya ketika berurusan dengan salah satu murid yang paling nakal di dalam kelas.


“Saya pernah didatangi orang tua si murid tadi, karena keberatan anaknya saya nasehati. Tapi alhmadulillah berlangsung cair, akhirnya orang tua nya bisa memahami dengan kondisi si anak,” tuturnya.

“Bahkan lucunya lagi, saat saya menyerahkan hewan kurban di kawasan Lambung Mangkurat waktu Idul Adha kemarin, si anak mantan murid saya ini tiba-tiba memeluk saya penuh histeris, rupanya dia masih ingat dengan gurunya,” kata Andi Harun disambut tawa para guru-guru yang hadir dalam audensi tersebut.

Audensi pagi itu berlangsung hangat dan cair. Terlepas dari cerita pengalamannya sebagai guru, Wali Kota Samarinda ini juga sangat memahami respon para guru terkait insentif yang sempat ditunda.

Tapi dirinya memastikan, jika Pemkot sama sekali tidak punya niatan sama sekali untuk tidak membayarkan yang menjadi hak para guru tadi.

“Intinya pesan saya agar para guru ini bisa lebih bersabar, karena Pemkot pun serius terkait masalah ini, buktinya selepas ini kami akan membahas draf Perwali dan mekanisme pembayaran Isentif guru agar tidak menyalahi aturan, karena duitnya masih tersedia,” kata Wali Kota.

Insya Allah sambung dia, dalam waktu satu atau dua hari ini sudah ada keputusan terkait Isentif. Intinya insentif tadi akan berubah menjadi (Tambahan Penghasilan Pegawai) TPP dengan menyusun beban kerja melalui absen.

“Plafonnya juga akan naik tetapi tetap sesuai jenjangnya, terpenting kita menyalurkan uang ini tetapi peraturannya juga tetap kita penuhi,” ungkapnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda Asli Nuryadin.

Sementara, Ketua IGSB Samarinda, Riadi mengatakan audensi pagi itu selain menyambung silaturahmi, pihaknya juga berkeinginan untuk mengundang Wali Kota Samarinda agar bisa hadir dalam acara jalan sehat yang digelar IGSB bersama para guru PAUD, TK, SD dan SMP yang digelar minggu nanti dalam peringatan hari Guru Nasional tahun 2022. (CHA/KMF-SMR)